Mengapa Produktivitas Ayam Sering Menurun di Akhir Periode?
Tips Menjaga Unggas Tetap Produktif hingga Akhir Periode
Produktivitas
unggas, khususnya ayam, adalah kunci utama keberhasilan usaha peternakan.
Banyak peternak mampu mencapai performa yang baik di awal periode pemeliharaan,
namun mulai mengalami penurunan produktivitas menjelang akhir periode.
Penurunan ini bisa terlihat dari bobot badan yang stagnan, konsumsi pakan yang
menurun, daya tahan tubuh melemah, hingga performa produksi telur atau daging
yang tidak optimal.
Artikel
ini akan membahas secara menyeluruh tantangan yang sering dihadapi peternak
ayam serta tips praktis menjaga unggas tetap produktif hingga akhir periode,
disertai solusi yang aplikatif dan realistis di lapangan.
Mengapa
Produktivitas Ayam Sering Menurun di Akhir Periode?
Pada dasarnya, ayam adalah makhluk hidup yang sangat
dipengaruhi oleh lingkungan, manajemen, dan kondisi internal tubuhnya. Di awal
pemeliharaan, ayam cenderung memiliki metabolisme yang baik dan respons yang
cepat terhadap pakan serta perlakuan manajemen. Namun seiring bertambahnya
umur, berbagai faktor mulai menumpuk dan berdampak pada performa.
Salah satu penyebab utama penurunan produktivitas adalah
kelelahan fisiologis. Ayam yang terus dipacu pertumbuhannya tanpa dukungan
nutrisi dan kesehatan saluran pencernaan yang baik akan mengalami penurunan
efisiensi pakan. Selain itu, tekanan lingkungan seperti perubahan cuaca,
kepadatan kandang, serta stres akibat penyakit subklinis sering kali tidak
disadari oleh peternak.
Masalah lain yang kerap muncul adalah ketidakseimbangan
mikroorganisme di saluran pencernaan. Padahal, pencernaan adalah pusat dari
seluruh performa ayam. Ketika pencernaan terganggu, penyerapan nutrisi menjadi
tidak maksimal, sehingga ayam terlihat makan banyak namun pertumbuhan dan
produktivitasnya tidak sebanding.
Permasalahan Umum yang Dihadapi Peternak Ayam
Dalam
praktik sehari-hari, peternak ayam menghadapi berbagai tantangan yang saling
berkaitan. Beberapa di antaranya bahkan terjadi secara bersamaan.
• Pertumbuhan ayam melambat menjelang panen
• Bobot badan tidak seragam dalam satu kandang
• Konsumsi pakan tinggi tetapi FCR memburuk
• Ayam mudah stres dan mudah terserang penyakit
• Kotoran ayam berbau menyengat dan encer
• Nafsu makan menurun di usia tertentu
Permasalahan tersebut sering kali
dianggap sebagai hal yang wajar di akhir periode. Padahal, jika dikelola dengan
benar, produktivitas ayam masih bisa dijaga bahkan hingga mendekati panen atau
akhir masa produksi.
Pentingnya Manajemen
Pakan yang Tepat
Pakan menyumbang lebih dari 60% biaya produksi dalam
peternakan ayam. Oleh karena itu, efisiensi pakan menjadi faktor yang sangat
krusial. Di akhir periode, kebutuhan nutrisi ayam sebenarnya masih tinggi,
namun kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi bisa menurun jika tidak dibantu
dengan manajemen yang tepat.
Peternak perlu memastikan bahwa kualitas pakan tetap
terjaga, tidak berjamur, dan sesuai dengan fase umur ayam. Selain itu, waktu
pemberian pakan dan ketersediaan air minum yang bersih juga sangat berpengaruh
terhadap konsumsi dan konversi pakan.
Namun, pakan berkualitas saja tidak selalu cukup. Jika
saluran pencernaan ayam tidak dalam kondisi optimal, nutrisi yang baik
sekalipun tidak akan terserap secara maksimal.
Peran
Kesehatan Saluran Pencernaan pada Produktivitas Ayam
Saluran pencernaan adalah fondasi utama produktivitas
unggas. Di dalamnya hidup berbagai mikroorganisme yang berperan penting dalam
proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Ketika keseimbangan mikroba ini
terganggu, ayam akan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dan penurunan
performa.
Ayam dengan pencernaan yang sehat biasanya memiliki
ciri-ciri seperti nafsu makan stabil, kotoran lebih padat dan tidak terlalu
bau, serta pertumbuhan yang lebih merata. Sebaliknya, pencernaan yang
bermasalah sering ditandai dengan diare ringan, bau amonia menyengat, dan ayam
tampak lesu.
Di sinilah peran suplemen pendukung pencernaan menjadi
semakin relevan, terutama di fase-fase kritis menjelang akhir periode.
Pendekatan Modern:
Dukungan Probiotik untuk Ayam
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan probiotik pada
ayam semakin populer di kalangan peternak. Probiotik membantu menjaga
keseimbangan mikroorganisme baik di usus, sehingga pencernaan bekerja lebih
optimal.
Dengan pencernaan yang sehat, ayam mampu menyerap nutrisi
pakan secara lebih efisien. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan yang lebih
cepat, tetapi juga pada daya tahan tubuh dan kestabilan performa hingga akhir
periode.
Salah satu bentuk dukungan yang banyak digunakan adalah
suplemen probiotik cair yang mudah diaplikasikan melalui air minum. Pendekatan
ini dinilai praktis dan efektif, terutama untuk peternak skala kecil hingga
menengah.
Bisten Bio Vit merupakan suplemen probiotik cair yang
diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan ayam dari dalam, khususnya pada
saluran pencernaan. Dengan kondisi pencernaan yang lebih seimbang, ayam
cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik, sehingga konsumsi pakan tetap
stabil meskipun memasuki fase akhir periode pemeliharaan. Nafsu makan yang
terjaga ini menjadi dasar penting agar ayam tidak mengalami penurunan performa
secara tiba-tiba.
Selain membantu meningkatkan nafsu makan, Bisten Bio Vit
juga berperan dalam mendukung percepatan pertumbuhan dan penambahan bobot badan
ayam. Probiotik di dalamnya membantu proses penyerapan nutrisi pakan menjadi
lebih optimal, sehingga pakan yang dikonsumsi ayam dapat dimanfaatkan secara
maksimal oleh tubuh. Hal ini membuat pertumbuhan ayam lebih merata dan
efisiensi pakan lebih terjaga.
Manfaat lain yang dirasakan peternak adalah kondisi
kotoran ayam yang lebih baik dan tidak terlalu berbau, yang menandakan sistem
pencernaan bekerja lebih sehat. Lingkungan kandang pun menjadi lebih nyaman,
kadar amonia berkurang, dan ayam tidak mudah stres. Dengan aplikasi yang
praktis melalui air minum, Bisten Bio Vit dapat digunakan sebagai pendamping
manajemen harian untuk membantu menjaga produktivitas ayam tetap stabil hingga
akhir periode pemeliharaan.