Dapatkan produk produk yang berkualitas dan terpercaya
0 items in your shopping cart

Tidak ada produk di keranjang.

Mengapa Produktivitas Ayam Sering Menurun di Akhir Periode?

Tips Menjaga Unggas Tetap Produktif hingga Akhir Periode

Produktivitas unggas, khususnya ayam, adalah kunci utama keberhasilan usaha peternakan. Banyak peternak mampu mencapai performa yang baik di awal periode pemeliharaan, namun mulai mengalami penurunan produktivitas menjelang akhir periode. Penurunan ini bisa terlihat dari bobot badan yang stagnan, konsumsi pakan yang menurun, daya tahan tubuh melemah, hingga performa produksi telur atau daging yang tidak optimal.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tantangan yang sering dihadapi peternak ayam serta tips praktis menjaga unggas tetap produktif hingga akhir periode, disertai solusi yang aplikatif dan realistis di lapangan.

 

Mengapa Produktivitas Ayam Sering Menurun di Akhir Periode?

Pada dasarnya, ayam adalah makhluk hidup yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, manajemen, dan kondisi internal tubuhnya. Di awal pemeliharaan, ayam cenderung memiliki metabolisme yang baik dan respons yang cepat terhadap pakan serta perlakuan manajemen. Namun seiring bertambahnya umur, berbagai faktor mulai menumpuk dan berdampak pada performa.

Salah satu penyebab utama penurunan produktivitas adalah kelelahan fisiologis. Ayam yang terus dipacu pertumbuhannya tanpa dukungan nutrisi dan kesehatan saluran pencernaan yang baik akan mengalami penurunan efisiensi pakan. Selain itu, tekanan lingkungan seperti perubahan cuaca, kepadatan kandang, serta stres akibat penyakit subklinis sering kali tidak disadari oleh peternak.

Masalah lain yang kerap muncul adalah ketidakseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan. Padahal, pencernaan adalah pusat dari seluruh performa ayam. Ketika pencernaan terganggu, penyerapan nutrisi menjadi tidak maksimal, sehingga ayam terlihat makan banyak namun pertumbuhan dan produktivitasnya tidak sebanding.

Permasalahan Umum yang Dihadapi Peternak Ayam

Dalam praktik sehari-hari, peternak ayam menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan. Beberapa di antaranya bahkan terjadi secara bersamaan.

      Pertumbuhan ayam melambat menjelang panen

      Bobot badan tidak seragam dalam satu kandang

      Konsumsi pakan tinggi tetapi FCR memburuk

      Ayam mudah stres dan mudah terserang penyakit

      Kotoran ayam berbau menyengat dan encer

      Nafsu makan menurun di usia tertentu

Permasalahan tersebut sering kali dianggap sebagai hal yang wajar di akhir periode. Padahal, jika dikelola dengan benar, produktivitas ayam masih bisa dijaga bahkan hingga mendekati panen atau akhir masa produksi.

 

Pentingnya Manajemen Pakan yang Tepat

Pakan menyumbang lebih dari 60% biaya produksi dalam peternakan ayam. Oleh karena itu, efisiensi pakan menjadi faktor yang sangat krusial. Di akhir periode, kebutuhan nutrisi ayam sebenarnya masih tinggi, namun kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi bisa menurun jika tidak dibantu dengan manajemen yang tepat.

Peternak perlu memastikan bahwa kualitas pakan tetap terjaga, tidak berjamur, dan sesuai dengan fase umur ayam. Selain itu, waktu pemberian pakan dan ketersediaan air minum yang bersih juga sangat berpengaruh terhadap konsumsi dan konversi pakan.

Namun, pakan berkualitas saja tidak selalu cukup. Jika saluran pencernaan ayam tidak dalam kondisi optimal, nutrisi yang baik sekalipun tidak akan terserap secara maksimal.

 

Peran Kesehatan Saluran Pencernaan pada Produktivitas Ayam

Saluran pencernaan adalah fondasi utama produktivitas unggas. Di dalamnya hidup berbagai mikroorganisme yang berperan penting dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Ketika keseimbangan mikroba ini terganggu, ayam akan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dan penurunan performa.

Ayam dengan pencernaan yang sehat biasanya memiliki ciri-ciri seperti nafsu makan stabil, kotoran lebih padat dan tidak terlalu bau, serta pertumbuhan yang lebih merata. Sebaliknya, pencernaan yang bermasalah sering ditandai dengan diare ringan, bau amonia menyengat, dan ayam tampak lesu.

Di sinilah peran suplemen pendukung pencernaan menjadi semakin relevan, terutama di fase-fase kritis menjelang akhir periode.

 

Pendekatan Modern: Dukungan Probiotik untuk Ayam

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan probiotik pada ayam semakin populer di kalangan peternak. Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di usus, sehingga pencernaan bekerja lebih optimal.

Dengan pencernaan yang sehat, ayam mampu menyerap nutrisi pakan secara lebih efisien. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan yang lebih cepat, tetapi juga pada daya tahan tubuh dan kestabilan performa hingga akhir periode.

Salah satu bentuk dukungan yang banyak digunakan adalah suplemen probiotik cair yang mudah diaplikasikan melalui air minum. Pendekatan ini dinilai praktis dan efektif, terutama untuk peternak skala kecil hingga menengah.


Bisten Bio Vit merupakan suplemen probiotik cair yang diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan ayam dari dalam, khususnya pada saluran pencernaan. Dengan kondisi pencernaan yang lebih seimbang, ayam cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik, sehingga konsumsi pakan tetap stabil meskipun memasuki fase akhir periode pemeliharaan. Nafsu makan yang terjaga ini menjadi dasar penting agar ayam tidak mengalami penurunan performa secara tiba-tiba.

Selain membantu meningkatkan nafsu makan, Bisten Bio Vit juga berperan dalam mendukung percepatan pertumbuhan dan penambahan bobot badan ayam. Probiotik di dalamnya membantu proses penyerapan nutrisi pakan menjadi lebih optimal, sehingga pakan yang dikonsumsi ayam dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh. Hal ini membuat pertumbuhan ayam lebih merata dan efisiensi pakan lebih terjaga.

Manfaat lain yang dirasakan peternak adalah kondisi kotoran ayam yang lebih baik dan tidak terlalu berbau, yang menandakan sistem pencernaan bekerja lebih sehat. Lingkungan kandang pun menjadi lebih nyaman, kadar amonia berkurang, dan ayam tidak mudah stres. Dengan aplikasi yang praktis melalui air minum, Bisten Bio Vit dapat digunakan sebagai pendamping manajemen harian untuk membantu menjaga produktivitas ayam tetap stabil hingga akhir periode pemeliharaan.