Cangkang Telur Puyuh Tipis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Agar Produksi Tetap Optimal
Pengenalan Ternak Puyuh sebagai Peluang Usaha Menjanjikan
Ternak
puyuh merupakan salah satu usaha peternakan unggas yang banyak diminati, baik
oleh peternak skala rumahan maupun komersial. Alasannya cukup jelas: puyuh
memiliki masa produksi cepat, tidak membutuhkan lahan luas, serta mampu
menghasilkan telur setiap hari dalam jumlah stabil.
Telur
puyuh sendiri memiliki permintaan pasar yang tinggi karena kandungan gizinya,
rasa yang khas, serta harga yang relatif terjangkau. Namun, di balik potensi
tersebut, peternak puyuh sering dihadapkan pada berbagai kendala teknis. Salah
satu masalah yang paling sering muncul dan cukup merugikan adalah cangkang
telur puyuh yang tipis.
Cangkang
telur tipis bukan hanya menurunkan kualitas telur, tetapi juga meningkatkan
risiko telur pecah, menurunkan nilai jual, bahkan menjadi indikasi adanya
gangguan kesehatan atau manajemen pakan yang kurang tepat.
Mengapa Cangkang Telur Puyuh Bisa Menjadi Tipis?
Cangkang
telur terbentuk dari proses biologis yang kompleks di dalam tubuh puyuh.
Sekitar 90–95% cangkang telur tersusun dari kalsium karbonat, sehingga
kondisi cangkang sangat bergantung pada ketersediaan mineral, kesehatan ternak,
serta lingkungan pemeliharaan.
Ketika
salah satu faktor tersebut terganggu, hasilnya dapat terlihat langsung pada
kualitas cangkang telur. Berikut adalah beberapa penyebab utama cangkang telur
puyuh menjadi tipis.
1. Kekurangan Kalsium dan Mineral Pendukung
Penyebab
paling umum dari cangkang telur tipis adalah defisiensi kalsium. Puyuh
petelur membutuhkan asupan kalsium yang cukup tinggi untuk membentuk cangkang
telur setiap hari.
Selain
kalsium, mineral lain seperti fosfor, magnesium, dan vitamin D3 juga berperan
penting dalam proses penyerapan dan pemanfaatan kalsium. Jika salah satu unsur
ini tidak seimbang, maka meskipun pakan mengandung kalsium, penyerapannya tidak
akan optimal.
Tanda-tanda
kekurangan kalsium pada puyuh antara lain:
- Cangkang telur tipis atau rapuh
- Telur mudah pecah
- Produksi telur menurun
- Puyuh terlihat lemas atau stress
2. Kualitas dan Formulasi Pakan yang Kurang Tepat
Banyak
peternak mengandalkan pakan jadi tanpa memperhatikan komposisi nutrisi yang
sesuai untuk fase produksi puyuh. Padahal, kebutuhan nutrisi puyuh petelur
berbeda dengan puyuh starter atau grower.
Pakan
yang rendah protein, mineral, dan vitamin akan berdampak langsung pada kualitas
telur. Selain itu, pakan yang sudah lama disimpan atau terkontaminasi jamur
juga dapat menurunkan penyerapan nutrisi di dalam tubuh puyuh.
3. Stres Lingkungan dan Manajemen Kandang
Stres
merupakan faktor yang sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh
terhadap produktivitas puyuh. Beberapa pemicu stres antara lain:
- Kepadatan kandang terlalu tinggi
- Ventilasi buruk
- Suhu terlalu panas atau lembap
- Gangguan suara atau pencahayaan
tidak stabil
Puyuh yang
stres akan mengalami gangguan metabolisme, termasuk dalam proses pembentukan
cangkang telur.
4. Umur Puyuh yang Sudah Tua
Seiring
bertambahnya usia, kemampuan puyuh dalam menyerap dan memanfaatkan kalsium akan
menurun. Akibatnya, meskipun asupan pakan cukup, kualitas cangkang telur tetap
bisa menurun.
Pada fase
ini, puyuh membutuhkan suplementasi tambahan untuk membantu
mempertahankan kualitas telur.
Dampak Cangkang Telur Tipis bagi Peternak
Masalah
cangkang telur tipis tidak boleh dianggap ringan. Jika dibiarkan, dampaknya
bisa sangat merugikan, di antaranya:
- Persentase telur pecah meningkat
- Kualitas telur turun dan sulit
bersaing di pasar
- Kerugian ekonomi akibat telur
tidak layak jual
- Indikasi kesehatan puyuh menurun
Karena itu,
diperlukan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Cara Mengatasi Cangkang Telur Puyuh Tipis Secara Efektif
Mengatasi
cangkang telur tipis tidak cukup hanya dengan menambah pakan. Diperlukan
pendekatan menyeluruh yang mencakup nutrisi, manajemen, dan kesehatan ternak.
1. Perbaiki Asupan Nutrisi dan Mineral
Langkah
pertama adalah memastikan puyuh mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang. Pakan
harus mengandung:
- Kalsium dengan kadar sesuai
kebutuhan puyuh petelur
- Fosfor dan magnesium
- Vitamin D3 untuk membantu
penyerapan kalsium
Namun,
pemberian kalsium saja sering kali belum cukup jika penyerapannya tidak
maksimal.
2. Gunakan Suplemen Khusus untuk Puyuh Petelur
Untuk
membantu mengatasi masalah cangkang telur tipis, banyak peternak mulai
menggunakan produk suplemen khusus puyuh petelur yang diformulasikan
untuk mendukung pembentukan cangkang telur secara optimal.
Salah satu
solusi yang banyak digunakan peternak adalah Coturnix dari Kampung Putra
Agro.
3. Mengenal Coturnix dari Kampung Putra Agro
Coturnix
merupakan produk pendukung nutrisi ternak puyuh yang diformulasikan khusus
untuk membantu:
- Memenuhi kebutuhan mineral
penting
- Mendukung pembentukan cangkang
telur yang kuat
- Menjaga stabilitas produksi telur
- Mengurangi risiko telur tipis dan
pecah
Dengan
formulasi yang disesuaikan untuk puyuh, Coturnix dapat membantu peternak
mengatasi masalah nutrisi tanpa harus melakukan perubahan pakan secara drastis.
Penggunaan
Coturnix secara rutin dan sesuai dosis dapat membantu memperbaiki kualitas
cangkang telur secara bertahap, terutama pada puyuh yang sudah memasuki masa
produksi intensif.
4. Perbaiki Manajemen Kandang
Selain
nutrisi, manajemen kandang juga perlu diperhatikan, seperti:
- Menjaga kepadatan kandang ideal
- Memastikan sirkulasi udara lancar
- Mengatur pencahayaan yang stabil
- Menjaga kebersihan kandang
Lingkungan
kandang yang nyaman akan membantu puyuh tetap sehat dan produktif.
5.
Lakukan Pemantauan Secara Berkala
Peternak
disarankan untuk rutin memantau:
- Kualitas cangkang telur
- Jumlah telur harian
- Kondisi fisik puyuh
Dengan
pemantauan rutin, masalah dapat dideteksi lebih awal sebelum menimbulkan
kerugian besar.
Kombinasi Tepat untuk Produksi Telur Berkualitas
Masalah
cangkang telur puyuh tipis sebenarnya dapat diatasi jika peternak memahami
penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat. Kombinasi antara pakan
berkualitas, manajemen kandang yang baik, serta dukungan nutrisi tambahan
seperti Coturnix dari Kampung Putra Agro dapat membantu menjaga kualitas
telur tetap optimal.
Bagi peternak, menjaga kualitas cangkang telur bukan hanya soal tampilan, tetapi juga kunci keberlanjutan usaha ternak puyuh dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Cangkang
telur puyuh tipis merupakan masalah umum yang sering terjadi akibat
ketidakseimbangan nutrisi, stres lingkungan, serta faktor usia ternak. Jika
dibiarkan, masalah ini dapat menurunkan produktivitas dan keuntungan peternak.
Dengan
memahami penyebabnya dan menerapkan solusi yang tepat, termasuk penggunaan
produk pendukung nutrisi seperti Coturnix dari Kampung Putra Agro,
peternak dapat membantu meningkatkan kualitas cangkang telur dan menjaga
performa puyuh tetap maksimal.