Kotoran Ayam Berbuih dan Produksi Anjlok, Ini Hubungannya
Dalam usaha peternakan ayam, baik broiler
maupun layer, kotoran sering kali menjadi “alarm alami” yang memberi sinyal
kondisi kesehatan ternak. Banyak peternak panik ketika melihat kotoran ayam
berbuih, tampak encer, berair, dan baunya menyengat. Tidak lama setelah
itu, biasanya diikuti dengan performa ayam yang menurun—pertumbuhan melambat,
nafsu makan turun, konversi pakan memburuk, bahkan produksi telur anjlok
drastis.
Masalah ini bukan kebetulan. Ada hubungan
sebab-akibat yang sangat erat antara kondisi saluran pencernaan ayam dan
performa produksinya. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada kesehatan
ayam, tetapi juga pada kerugian ekonomi yang cukup besar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap
penyebab kotoran ayam berbuih, bagaimana pengaruhnya terhadap produksi, serta
solusi efektif menggunakan suplemen probiotik BISTEN BIO VIT untuk
memulihkan performa ternak secara alami dan optimal.
Kenapa Kotoran Ayam Bisa Berbuih?
Kotoran ayam yang normal biasanya berbentuk
agak padat, tidak terlalu encer, dan tidak berbau tajam. Jika muncul busa atau
berbuih, itu adalah tanda adanya gangguan di dalam sistem pencernaan.
Secara umum, kotoran berbuih terjadi karena
adanya fermentasi berlebihan di dalam usus. Fermentasi ini disebabkan oleh
ketidakseimbangan mikroflora usus—bakteri baik berkurang, sementara bakteri
patogen seperti E. coli, Clostridium, atau bakteri pembusuk
lainnya berkembang lebih dominan.
Ketika bakteri jahat mendominasi, proses
pencernaan menjadi tidak sempurna. Pakan yang seharusnya diserap sebagai
nutrisi justru mengalami pembusukan. Proses pembusukan inilah yang menghasilkan
gas berlebih sehingga kotoran tampak berbuih.
Selain itu, beberapa faktor lain yang memicu
kondisi ini antara lain:
- Perubahan pakan mendadak
- Kualitas pakan rendah atau terkontaminasi
- Air minum tercemar
- Stres akibat kepadatan kandang
- Suhu ekstrem
- Penggunaan antibiotik jangka panjang
Antibiotik memang bisa membunuh bakteri
jahat, tetapi sering kali juga membunuh bakteri baik di dalam usus. Akibatnya,
keseimbangan mikroorganisme terganggu dan memicu gangguan pencernaan.
Dampak Kotoran Berbuih terhadap Produksi
Banyak peternak menganggap kotoran berbuih
hanya masalah sepele. Padahal, ini adalah tanda awal dari gangguan metabolisme
yang lebih serius.
Ketika usus tidak bekerja optimal, penyerapan
nutrisi menjadi terganggu. Protein, energi, vitamin, dan mineral yang
seharusnya digunakan untuk pertumbuhan dan produksi telur tidak terserap
maksimal. Dampaknya langsung terasa pada performa ayam.
Pada ayam broiler, gejalanya terlihat dari:
- Pertambahan bobot badan tidak sesuai standar
- FCR (Feed Conversion Ratio) memburuk
- Pertumbuhan tidak seragam
- Ayam tampak lemas dan bulu kusam
Sedangkan pada ayam layer, efeknya bisa
berupa:
- Produksi telur turun
- Ukuran telur mengecil
- Kerabang tipis
- Warna kuning telur pucat
- Telur mudah retak
Kotoran berbuih juga sering disertai bau
menyengat. Bau ini berasal dari amonia yang dihasilkan dari pembusukan protein
dalam usus dan kotoran. Amonia tinggi di kandang bukan hanya mengganggu
kenyamanan, tetapi juga dapat merusak saluran pernapasan ayam dan menurunkan
imunitasnya.
Artinya, masalah pencernaan tidak hanya
berdampak pada produksi, tetapi juga memperburuk kondisi lingkungan kandang.
Hubungan Kesehatan Usus dan Produktivitas Ayam
Usus ayam adalah pusat penyerapan nutrisi.
Jika usus sehat, dinding usus (vili) akan optimal dalam menyerap zat gizi.
Namun jika terjadi peradangan atau ketidakseimbangan mikroflora, vili bisa
rusak dan fungsi serap menurun.
Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan
bakteri baik dalam saluran pencernaan. Mikroba baik membantu:
- Menghambat pertumbuhan bakteri patogen
- Membantu proses fermentasi yang sehat
- Meningkatkan daya cerna pakan
- Menghasilkan enzim dan vitamin alami
- Memperkuat sistem imun
Jika populasi mikroba baik stabil, maka kotoran
akan lebih padat, tidak berbuih, dan bau kandang lebih terkendali. Sebaliknya,
ketika mikroba jahat mendominasi, gangguan pencernaan dan produksi menurun
menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.
Solusi Efektif: Peran Probiotik dalam
Menstabilkan Usus
Daripada hanya mengandalkan antibiotik,
pendekatan modern dalam peternakan lebih mengarah pada penggunaan probiotik.
Probiotik bekerja dengan cara menambahkan mikroba baik ke dalam saluran
pencernaan sehingga keseimbangan flora usus kembali normal.
Salah satu produk probiotik yang dirancang
khusus untuk unggas adalah BISTEN BIO VIT.
Produk ini merupakan suplemen probiotik untuk
ayam yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan,
mempercepat pertumbuhan, serta membantu meningkatkan efisiensi pakan.
Mengenal BISTEN BIO VIT
BISTEN BIO VIT adalah suplemen probiotik cair
yang diformulasikan untuk ayam broiler maupun layer. Produk ini membantu
menyeimbangkan mikroflora usus dan meningkatkan sistem pencernaan ayam secara
alami.
Dengan formulasi mikroba probiotik aktif,
BISTEN BIO VIT bekerja langsung di dalam usus untuk:
- Menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab kotoran
berbuih
- Menekan proses pembusukan berlebihan di saluran cerna
- Mengurangi produksi gas dan bau amonia
- Membantu penyerapan nutrisi lebih optimal
- Meningkatkan daya tahan tubuh ayam
Ketika mikroflora usus kembali stabil, maka
kotoran ayam menjadi lebih padat, tidak berbuih, dan bau kandang berkurang
signifikan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal performa
produksi.
Bagaimana BISTEN BIO VIT Mengatasi Kotoran
Ayam Berbuih?
Kotoran berbuih terjadi karena fermentasi
tidak sehat akibat dominasi bakteri jahat. BISTEN BIO VIT memasok mikroba baik
yang akan bersaing dengan bakteri patogen dalam memperebutkan nutrisi dan ruang
hidup di dalam usus.
Ketika bakteri baik mendominasi:
·
Proses fermentasi menjadi lebih terkontrol.
·
Gas berlebih berkurang.
·
Pembusukan protein ditekan.
·
Penyerapan nutrisi meningkat.
Akibatnya, feses menjadi lebih normal dan
tidak berbuih. Selain itu, karena nutrisi terserap lebih optimal, energi ayam
tidak terbuang sia-sia untuk melawan infeksi ringan atau gangguan pencernaan.
Efek lanjutannya adalah peningkatan performa
pertumbuhan dan produksi telur.
Manfaat BISTEN BIO VIT untuk Peternak
Penggunaan rutin BISTEN BIO VIT memberikan
berbagai manfaat nyata di lapangan.
Pertama, mempercepat pertumbuhan ayam
broiler. Dengan penyerapan nutrisi yang lebih efisien, bobot badan bisa
tercapai sesuai target bahkan lebih cepat.
Kedua, meningkatkan produksi telur pada ayam
layer. Nutrisi yang terserap optimal akan mendukung pembentukan telur yang
lebih stabil, ukuran lebih seragam, dan kualitas kerabang lebih baik.
Ketiga, memperbaiki FCR. Karena pakan
tercerna lebih baik, kebutuhan pakan untuk menghasilkan bobot tertentu menjadi
lebih efisien.
Keempat, mengurangi bau kandang. Dengan menekan
pembusukan protein dan produksi amonia, lingkungan kandang menjadi lebih nyaman
bagi ayam maupun pekerja.
Kelima, meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
Sistem imun yang baik membuat ayam lebih tahan terhadap serangan penyakit
pencernaan.
Dampak Ekonomis Jika Tidak Ditangani
Jika kotoran berbuih dibiarkan tanpa solusi,
kerugian bisa terjadi secara perlahan namun pasti.
Bobot panen tidak sesuai target berarti waktu
pemeliharaan lebih lama dan biaya pakan membengkak. Produksi telur turun
berarti pemasukan harian berkurang. Bau kandang menyengat bisa memicu komplain
lingkungan sekitar.
Lebih parah lagi, gangguan pencernaan kronis
dapat memicu penyakit sekunder yang membutuhkan biaya pengobatan tambahan.
Mengatasi akar masalah sejak awal jauh lebih
hemat dibanding memperbaiki kerusakan yang sudah meluas.
Cara Penggunaan untuk Hasil Optimal
BISTEN BIO VIT dapat diberikan melalui air
minum sesuai dosis anjuran. Pemberian rutin sejak awal pemeliharaan membantu
membentuk fondasi mikroflora usus yang kuat.
Pada kondisi ayam sudah menunjukkan gejala
kotoran berbuih atau produksi menurun, pemberian intensif dapat membantu
mempercepat pemulihan keseimbangan usus.
Konsistensi penggunaan sangat penting untuk
menjaga stabilitas mikroba baik di dalam saluran pencernaan.
Kesimpulan
Kotoran ayam berbuih bukan sekadar masalah
tampilan, melainkan indikator adanya gangguan serius dalam sistem pencernaan.
Ketidakseimbangan mikroflora usus menyebabkan fermentasi berlebihan, gas
meningkat, bau menyengat, dan pada akhirnya produksi anjlok.
Hubungan antara kesehatan usus dan produktivitas
ayam sangat erat. Jika usus terganggu, maka pertumbuhan dan produksi telur ikut
terdampak.
Solusi yang tepat bukan hanya menekan gejala,
tetapi memperbaiki keseimbangan dari dalam. BISTEN BIO VIT hadir sebagai
suplemen probiotik yang membantu menormalkan pencernaan, mengurangi kotoran
berbuih, menekan bau amonia, serta meningkatkan performa ayam secara
menyeluruh.
Dengan manajemen yang tepat dan dukungan
probiotik berkualitas, peternak dapat menjaga kesehatan ternak, meningkatkan
efisiensi pakan, dan mengoptimalkan keuntungan usaha secara berkelanjutan.
#ayam #kampungputraagro #kotoranayambau #kotoranayamberbuih #peternakan