Cabang Kakao Mengering dan Mati? Waspadai Penyakit Jamur Upas dan Cara Mengatasinya
Penyakit Jamur Upas dan
Cara Mengatasinya
Mengatasi Penyakit Jamur
Upas pada Tanaman Kakao Secara Efektif dan Berkelanjutan
Pendahuluan
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan
salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi
bagi petani Indonesia. Kakao menjadi bahan baku utama industri cokelat dunia
dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani kecil. Namun dalam praktik
budidayanya, kakao tidak lepas dari berbagai kendala, terutama serangan
penyakit tanaman yang dapat menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan
kematian tanaman.
Salah satu penyakit yang sering luput dari
perhatian tetapi berdampak sangat serius adalah penyakit jamur upas. Penyakit
ini menyerang cabang, ranting, hingga batang tanaman kakao dan jika tidak
dikendalikan dengan tepat dapat menyebabkan tanaman mati secara perlahan.
Artikel ini disusun secara runtut, mudah dipahami, dan aplikatif untuk petani,
membahas mulai dari pengertian kakao, cara budidaya, penyakit yang menyerang,
hingga solusi pengendalian menggunakan agen hayati Trichoderma, khususnya
Biotric Trichoderma.
Pengertian Tanaman Kakao
Kakao adalah tanaman perkebunan tahunan yang
berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dan kini banyak dibudidayakan di
wilayah tropis termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian
0–800 mdpl dengan curah hujan 1.500–2.500 mm per tahun dan suhu berkisar
25–30°C.
Kakao memiliki sistem perakaran yang cukup
dalam, batang berkayu, serta cabang yang membentuk tajuk. Buah kakao tumbuh
langsung pada batang dan cabang besar (kauliflori). Biji kakao inilah yang
diolah menjadi berbagai produk cokelat. Karena siklus hidupnya panjang dan
bernilai tinggi, kesehatan tanaman kakao harus dijaga sejak awal tanam.
Cara Budidaya Kakao yang Baik dan Benar
Budidaya kakao yang baik menjadi kunci utama
untuk mencegah serangan penyakit, termasuk jamur upas. Tanaman yang sehat dan
lingkungan kebun yang terkelola dengan baik akan lebih tahan terhadap gangguan
organisme pengganggu tanaman (OPT).
1.
Persiapan Lahan
Lahan
harus memiliki drainase yang baik karena kakao tidak tahan terhadap genangan
air. Tanah sebaiknya gembur, subur, dan kaya bahan organik. Sebelum tanam,
lakukan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman sakit.
2.
Pemilihan Bibit
Gunakan
bibit unggul dan sehat, bebas dari penyakit. Bibit yang baik memiliki batang
lurus, daun hijau segar, dan perakaran kuat. Bibit sehat akan menentukan
pertumbuhan awal tanaman.
3. Penanaman
Penanaman
dilakukan pada awal musim hujan agar bibit tidak kekurangan air. Jarak tanam
ideal kakao berkisar 3 x 3 meter atau disesuaikan dengan kondisi lahan.
4.
Pemeliharaan
Pemeliharaan
meliputi penyulaman, penyiangan gulma, pemupukan, pemangkasan, dan pengaturan
naungan. Pemangkasan sangat penting untuk sirkulasi udara dan mengurangi
kelembapan berlebih yang memicu jamur.
5.
Sanitasi Kebun
Sanitasi kebun adalah langkah pencegahan utama penyakit. Cabang atau ranting yang terserang penyakit harus segera dipotong dan dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan.
Penyakit yang Menyerang
Tanaman Kakao
Tanaman kakao rentan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh
jamur, bakteri, maupun virus. Beberapa penyakit utama pada kakao antara lain:
–
Penyakit busuk
buah
–
Penyakit
kanker batang
–
Penyakit
antraknosa
–
Penyakit jamur
upas
Di antara
penyakit tersebut, jamur upas sering kali menyerang secara perlahan namun
dampaknya sangat merugikan.
Pengertian Penyakit Jamur Upas pada
Kakao
Penyakit jamur upas pada kakao disebabkan
oleh jamur Erythricium salmonicolor. Jamur ini menyerang bagian kayu
tanaman, terutama cabang dan ranting. Gejala awalnya sering tidak disadari
petani karena terlihat ringan.
Ciri awal penyakit jamur upas ditandai dengan
munculnya lapisan miselium tipis berwarna putih hingga merah muda pada
permukaan cabang atau ranting. Seiring waktu, miselium berubah menjadi merah
bata dan mengelupas. Bagian tanaman yang terserang akan mengalami gangguan
aliran nutrisi sehingga cabang mengering, mati, dan akhirnya tanaman bisa
kehilangan produktivitas secara drastis.
Jika serangan sudah parah, jamur upas dapat
menyebabkan buah kakao menghitam, kualitas menurun, bahkan tanaman mati.
Faktor Penyebab Jamur Upas Mudah
Berkembang
Jamur upas sangat menyukai kondisi lingkungan
tertentu. Beberapa faktor yang memicu perkembangannya antara lain:
–
Kelembapan
tinggi akibat kebun terlalu rimbun
–
Drainase buruk
dan sering tergenang
–
Pemangkasan
tidak rutin
–
Sanitasi kebun
yang buruk
–
Luka pada
batang atau cabang akibat alat atau hama
Lingkungan kebun yang lembap dan kurang sinar
matahari menjadi tempat ideal bagi jamur berkembang.
Cara Pengendalian Penyakit Jamur Upas
pada Kakao
Pengendalian jamur upas harus dilakukan
secara terpadu agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
1.
Pengendalian Secara Kultur Teknis
Pengendalian ini dilakukan dengan memperbaiki cara budidaya, antara
lain:
–
Melakukan
pemangkasan rutin untuk mengurangi kelembapan
–
Mengatur
naungan agar sinar matahari cukup
–
Memperbaiki
drainase kebun
–
Melakukan
sanitasi dengan membuang bagian tanaman sakit
Langkah ini penting sebagai dasar pengendalian.
2.
Pengendalian Secara Mekanis
Cabang dan ranting yang terserang jamur upas harus dipotong hingga
bagian sehat. Luka bekas potongan sebaiknya ditutup atau diolesi agen hayati
agar tidak menjadi pintu masuk patogen baru.
3.
Pengendalian Secara Kimia
Fungisida kimia memang dapat digunakan, namun penggunaannya harus
hati-hati karena dapat merusak lingkungan, menimbulkan resistensi patogen,
serta meningkatkan biaya produksi.
4.
Pengendalian Secara Hayati
Pengendalian hayati menjadi solusi yang semakin diminati petani karena
lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Salah satu agen hayati yang
terbukti efektif adalah Trichoderma.
Agen Hayati Trichoderma
Trichoderma adalah jamur baik (antagonis)
yang hidup di tanah dan mampu menekan pertumbuhan jamur patogen penyebab
penyakit tanaman. Trichoderma bekerja dengan berbagai mekanisme, antara lain:
–
Kompetisi ruang
dan nutrisi dengan patogen
–
Menghasilkan
enzim yang merusak dinding sel jamur patogen
–
Merangsang
pertumbuhan akar dan meningkatkan ketahanan tanaman
Selain menekan penyakit, Trichoderma juga
berfungsi sebagai biofertilizer karena membantu meningkatkan ketersediaan unsur
hara di dalam tanah.
Biotric Trichoderma
sebagai Solusi Jamur Upas pada Kakao
Biotric Trichoderma merupakan produk agen hayati berbahan aktif
Trichoderma harzianum dengan kepadatan spora tinggi. Produk ini dirancang
khusus untuk membantu petani mengendalikan penyakit tular tanah maupun penyakit
pada batang dan cabang, termasuk jamur upas pada kakao.
Keunggulan Biotric Trichoderma
Beberapa keunggulan Biotric Trichoderma
antara lain:
–
Mengandung
Trichoderma aktif dengan populasi tinggi
–
Mampu menekan
perkembangan jamur Erythricium salmonicolor
–
Aman bagi
tanaman, tanah, dan lingkungan
–
Dapat
digunakan secara rutin tanpa risiko residu
–
Mendukung
pertanian berkelanjutan
–
Cara
Aplikasi Biotric Trichoderma pada Kakao
Aplikasi Biotric Trichoderma dapat dilakukan
dengan beberapa cara:
1.
Pengolesan
pada Luka Cabang
Biotric Trichoderma dilarutkan sesuai dosis, kemudian dioleskan pada bekas
potongan cabang yang terserang jamur upas.
2.
Penyemprotan
Batang dan Cabang
Larutan Biotric Trichoderma disemprotkan pada batang dan cabang untuk mencegah
dan menekan perkembangan jamur.
3.
Aplikasi
ke Tanah
Dicampurkan dengan air lalu disiramkan ke area perakaran untuk meningkatkan
populasi Trichoderma di sekitar tanaman.
Aplikasi sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada musim hujan saat kelembapan tinggi.
Manfaat Jangka Panjang
Penggunaan Trichoderma
Penggunaan
Biotric Trichoderma tidak hanya mengatasi jamur upas, tetapi juga memberikan
manfaat jangka panjang seperti:
1.
Tanaman lebih
sehat dan kuat
2.
Produktivitas
kebun meningkat
3.
Struktur tanah
lebih baik
4.
Ketergantungan
pada fungisida kimia berkurang
5.
Biaya
perawatan kebun lebih efisien
Penyakit jamur upas merupakan ancaman serius
bagi tanaman kakao karena menyerang cabang dan batang secara perlahan namun
mematikan. Pencegahan dan pengendalian harus dilakukan secara terpadu melalui
budidaya yang baik, sanitasi kebun, dan pemanfaatan agen hayati.
Trichoderma, khususnya Biotric Trichoderma,
menjadi solusi efektif, aman, dan berkelanjutan untuk membantu petani
mengendalikan penyakit jamur upas pada kakao. Dengan penerapan yang tepat dan
rutin, petani dapat menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan hasil panen, dan
memastikan usaha kakao tetap menguntungkan dalam jangka panjang.