Buah Kopi Menghitam di Pohon: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengendaliannya
Buah kopi yang menghitam saat masih berada di pohon merupakan masalah serius yang sering dialami petani kopi. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Salah satu penyebab utama buah kopi menghitam adalah infeksi jamur Colletotrichum kahawae, yang dikenal sebagai penyebab penyakit hawar cokelat atau antraknosa pada tanaman kopi.
Penyebab Buah Kopi Menghitam
Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Colletotrichum kahawae. Jamur ini menyerang buah kopi sejak fase muda hingga menjelang matang. Infeksi biasanya berkembang pesat pada kondisi lingkungan yang lembap, curah hujan tinggi, serta sirkulasi udara yang buruk di kebun kopi.
Jamur menyebar melalui:
Percikan air hujan
Angin
Alat pertanian yang terkontaminasi
Sisa tanaman yang terinfeksi
Gejala Serangan Antraknosa pada Buah Kopi
Beberapa gejala khas yang dapat diamati antara lain:
Muncul bercak kecil berwarna cokelat kehitaman pada kulit buah kopi
Bercak meluas dan menyebabkan buah menghitam
Buah mengering, mengeriput, dan akhirnya gugur sebelum matang
Pada serangan berat, buah tampak busuk dan keras seperti terbakar
Penurunan jumlah dan mutu biji kopi
Gejala sering kali muncul lebih parah pada buah yang tumbuh rapat dan tajuk tanaman yang terlalu rimbun.
Dampak Serangan Jamur Colletotrichum kahawae
Infeksi jamur ini dapat menyebabkan:
Penurunan hasil panen secara signifikan
Biji kopi menjadi kecil dan tidak sempurna
Kualitas rasa kopi menurun
Peningkatan biaya produksi akibat pengendalian tambahan
Jika tidak dikendalikan, penyakit ini dapat menyebar luas dalam satu kebun.
Faktor Pendukung Perkembangan Penyakit
Beberapa kondisi yang mendukung perkembangan antraknosa pada kopi antara lain:
Curah hujan tinggi dan kelembapan udara tinggi
Drainase kebun yang buruk
Tajuk tanaman terlalu rimbun
Sisa buah dan daun sakit yang tidak dibersihkan
Kurangnya sanitasi kebun
Cara Pengendalian Buah Kopi Menghitam
Pengendalian penyakit antraknosa sebaiknya dilakukan secara terpadu, meliputi:
1. Sanitasi Kebun
Buang dan musnahkan buah serta bagian tanaman yang terinfeksi
Bersihkan sisa-sisa tanaman di sekitar kebun
2. Pemangkasan Tanaman
Pangkas cabang yang terlalu rimbun
Tingkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari
3. Perbaikan Lingkungan Kebun
Perbaiki drainase untuk menghindari genangan air
Atur jarak tanam agar tidak terlalu rapat
4. Solusi Hayati Menggunakan BIOTRIC Trichoderma
Salah satu solusi efektif dan ramah lingkungan untuk menekan jamur Colletotrichum kahawae adalah penggunaan BIOTRIC Trichoderma dari Kampung Putra Agro. Produk ini mengandung mikroorganisme baik Trichoderma sp. yang berperan sebagai antagonis jamur patogen.
Manfaat BIOTRIC Trichoderma:
Menekan pertumbuhan jamur penyebab antraknosa pada kopi
Membantu melindungi buah dan perakaran tanaman
Menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah
Mendukung pertumbuhan tanaman kopi yang lebih sehat dan produktif
Aplikasi BIOTRIC Trichoderma secara rutin membantu menciptakan lingkungan tanah yang tidak disukai jamur patogen, sehingga risiko buah kopi menghitam dapat ditekan sejak dini.
5. Penggunaan Fungisida Secara Bijak
Jika diperlukan, fungisida dapat digunakan sesuai anjuran dan dikombinasikan dengan pengendalian hayati untuk hasil yang lebih optimal.
Buah kopi yang menghitam di pohon umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Colletotrichum kahawae. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penerapan budidaya yang baik, sanitasi kebun, serta pemanfaatan agen hayati yang tepat.
Penggunaan BIOTRIC Trichoderma dari Kampung Putra Agro menjadi solusi hayati yang efektif dan berkelanjutan untuk membantu petani kopi menekan penyakit antraknosa tanpa ketergantungan berlebihan pada bahan kimia.
🛒 Dapatkan BIOTRIC Trichoderma hanya di Marketplace Kampung Putra Agro Official
📲 Pemesanan & Konsultasi via WhatsApp: +62 895-6010-79030
Rawat kebun kopi dengan solusi hayati, panen lebih sehat dan berkualitas.
#pengendalian penyakitkopi #pengendalianantraknosakopi #penyakitkopi