Dapatkan produk produk yang berkualitas dan terpercaya
0 items in your shopping cart

Tidak ada produk di keranjang.

Kotoran Ayam Berbuih dan Produksi Anjlok, Ini Hubungannya

Dalam usaha peternakan ayam, baik broiler maupun layer, kotoran sering kali menjadi “alarm alami” yang memberi sinyal kondisi kesehatan ternak. Banyak peternak panik ketika melihat kotoran ayam berbuih, tampak encer, berair, dan baunya menyengat. Tidak lama setelah itu, biasanya diikuti dengan performa ayam yang menurun—pertumbuhan melambat, nafsu makan turun, konversi pakan memburuk, bahkan produksi telur anjlok drastis.

Masalah ini bukan kebetulan. Ada hubungan sebab-akibat yang sangat erat antara kondisi saluran pencernaan ayam dan performa produksinya. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada kesehatan ayam, tetapi juga pada kerugian ekonomi yang cukup besar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab kotoran ayam berbuih, bagaimana pengaruhnya terhadap produksi, serta solusi efektif menggunakan suplemen probiotik BISTEN BIO VIT untuk memulihkan performa ternak secara alami dan optimal.

 

Kenapa Kotoran Ayam Bisa Berbuih?

Kotoran ayam yang normal biasanya berbentuk agak padat, tidak terlalu encer, dan tidak berbau tajam. Jika muncul busa atau berbuih, itu adalah tanda adanya gangguan di dalam sistem pencernaan.

Secara umum, kotoran berbuih terjadi karena adanya fermentasi berlebihan di dalam usus. Fermentasi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroflora usus—bakteri baik berkurang, sementara bakteri patogen seperti E. coli, Clostridium, atau bakteri pembusuk lainnya berkembang lebih dominan.

Ketika bakteri jahat mendominasi, proses pencernaan menjadi tidak sempurna. Pakan yang seharusnya diserap sebagai nutrisi justru mengalami pembusukan. Proses pembusukan inilah yang menghasilkan gas berlebih sehingga kotoran tampak berbuih.

Selain itu, beberapa faktor lain yang memicu kondisi ini antara lain:

  • Perubahan pakan mendadak
  • Kualitas pakan rendah atau terkontaminasi
  • Air minum tercemar
  • Stres akibat kepadatan kandang
  • Suhu ekstrem
  • Penggunaan antibiotik jangka panjang

Antibiotik memang bisa membunuh bakteri jahat, tetapi sering kali juga membunuh bakteri baik di dalam usus. Akibatnya, keseimbangan mikroorganisme terganggu dan memicu gangguan pencernaan.

Dampak Kotoran Berbuih terhadap Produksi

Banyak peternak menganggap kotoran berbuih hanya masalah sepele. Padahal, ini adalah tanda awal dari gangguan metabolisme yang lebih serius.

Ketika usus tidak bekerja optimal, penyerapan nutrisi menjadi terganggu. Protein, energi, vitamin, dan mineral yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan dan produksi telur tidak terserap maksimal. Dampaknya langsung terasa pada performa ayam.

Pada ayam broiler, gejalanya terlihat dari:

  • Pertambahan bobot badan tidak sesuai standar
  • FCR (Feed Conversion Ratio) memburuk
  • Pertumbuhan tidak seragam
  • Ayam tampak lemas dan bulu kusam

Sedangkan pada ayam layer, efeknya bisa berupa:

  • Produksi telur turun
  • Ukuran telur mengecil
  • Kerabang tipis
  • Warna kuning telur pucat
  • Telur mudah retak

Kotoran berbuih juga sering disertai bau menyengat. Bau ini berasal dari amonia yang dihasilkan dari pembusukan protein dalam usus dan kotoran. Amonia tinggi di kandang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat merusak saluran pernapasan ayam dan menurunkan imunitasnya.

Artinya, masalah pencernaan tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga memperburuk kondisi lingkungan kandang.

 

Hubungan Kesehatan Usus dan Produktivitas Ayam

Usus ayam adalah pusat penyerapan nutrisi. Jika usus sehat, dinding usus (vili) akan optimal dalam menyerap zat gizi. Namun jika terjadi peradangan atau ketidakseimbangan mikroflora, vili bisa rusak dan fungsi serap menurun.

Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Mikroba baik membantu:

  • Menghambat pertumbuhan bakteri patogen
  • Membantu proses fermentasi yang sehat
  • Meningkatkan daya cerna pakan
  • Menghasilkan enzim dan vitamin alami
  • Memperkuat sistem imun

Jika populasi mikroba baik stabil, maka kotoran akan lebih padat, tidak berbuih, dan bau kandang lebih terkendali. Sebaliknya, ketika mikroba jahat mendominasi, gangguan pencernaan dan produksi menurun menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

 

Solusi Efektif: Peran Probiotik dalam Menstabilkan Usus

Daripada hanya mengandalkan antibiotik, pendekatan modern dalam peternakan lebih mengarah pada penggunaan probiotik. Probiotik bekerja dengan cara menambahkan mikroba baik ke dalam saluran pencernaan sehingga keseimbangan flora usus kembali normal.

Salah satu produk probiotik yang dirancang khusus untuk unggas adalah BISTEN BIO VIT.

Produk ini merupakan suplemen probiotik untuk ayam yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan, mempercepat pertumbuhan, serta membantu meningkatkan efisiensi pakan.

Mengenal BISTEN BIO VIT

BISTEN BIO VIT adalah suplemen probiotik cair yang diformulasikan untuk ayam broiler maupun layer. Produk ini membantu menyeimbangkan mikroflora usus dan meningkatkan sistem pencernaan ayam secara alami.

Dengan formulasi mikroba probiotik aktif, BISTEN BIO VIT bekerja langsung di dalam usus untuk:

  • Menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab kotoran berbuih
  • Menekan proses pembusukan berlebihan di saluran cerna
  • Mengurangi produksi gas dan bau amonia
  • Membantu penyerapan nutrisi lebih optimal
  • Meningkatkan daya tahan tubuh ayam

Ketika mikroflora usus kembali stabil, maka kotoran ayam menjadi lebih padat, tidak berbuih, dan bau kandang berkurang signifikan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal performa produksi.

 

Bagaimana BISTEN BIO VIT Mengatasi Kotoran Ayam Berbuih?

Kotoran berbuih terjadi karena fermentasi tidak sehat akibat dominasi bakteri jahat. BISTEN BIO VIT memasok mikroba baik yang akan bersaing dengan bakteri patogen dalam memperebutkan nutrisi dan ruang hidup di dalam usus.

Ketika bakteri baik mendominasi:

·        Proses fermentasi menjadi lebih terkontrol.

·        Gas berlebih berkurang.

·        Pembusukan protein ditekan.

·        Penyerapan nutrisi meningkat.

Akibatnya, feses menjadi lebih normal dan tidak berbuih. Selain itu, karena nutrisi terserap lebih optimal, energi ayam tidak terbuang sia-sia untuk melawan infeksi ringan atau gangguan pencernaan.

Efek lanjutannya adalah peningkatan performa pertumbuhan dan produksi telur.

 

Manfaat BISTEN BIO VIT untuk Peternak

Penggunaan rutin BISTEN BIO VIT memberikan berbagai manfaat nyata di lapangan.

Pertama, mempercepat pertumbuhan ayam broiler. Dengan penyerapan nutrisi yang lebih efisien, bobot badan bisa tercapai sesuai target bahkan lebih cepat.

Kedua, meningkatkan produksi telur pada ayam layer. Nutrisi yang terserap optimal akan mendukung pembentukan telur yang lebih stabil, ukuran lebih seragam, dan kualitas kerabang lebih baik.

Ketiga, memperbaiki FCR. Karena pakan tercerna lebih baik, kebutuhan pakan untuk menghasilkan bobot tertentu menjadi lebih efisien.

Keempat, mengurangi bau kandang. Dengan menekan pembusukan protein dan produksi amonia, lingkungan kandang menjadi lebih nyaman bagi ayam maupun pekerja.

Kelima, meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Sistem imun yang baik membuat ayam lebih tahan terhadap serangan penyakit pencernaan.

 

Dampak Ekonomis Jika Tidak Ditangani

Jika kotoran berbuih dibiarkan tanpa solusi, kerugian bisa terjadi secara perlahan namun pasti.

Bobot panen tidak sesuai target berarti waktu pemeliharaan lebih lama dan biaya pakan membengkak. Produksi telur turun berarti pemasukan harian berkurang. Bau kandang menyengat bisa memicu komplain lingkungan sekitar.

Lebih parah lagi, gangguan pencernaan kronis dapat memicu penyakit sekunder yang membutuhkan biaya pengobatan tambahan.

Mengatasi akar masalah sejak awal jauh lebih hemat dibanding memperbaiki kerusakan yang sudah meluas.

Cara Penggunaan untuk Hasil Optimal

BISTEN BIO VIT dapat diberikan melalui air minum sesuai dosis anjuran. Pemberian rutin sejak awal pemeliharaan membantu membentuk fondasi mikroflora usus yang kuat.

Pada kondisi ayam sudah menunjukkan gejala kotoran berbuih atau produksi menurun, pemberian intensif dapat membantu mempercepat pemulihan keseimbangan usus.

Konsistensi penggunaan sangat penting untuk menjaga stabilitas mikroba baik di dalam saluran pencernaan.

 

Kesimpulan

Kotoran ayam berbuih bukan sekadar masalah tampilan, melainkan indikator adanya gangguan serius dalam sistem pencernaan. Ketidakseimbangan mikroflora usus menyebabkan fermentasi berlebihan, gas meningkat, bau menyengat, dan pada akhirnya produksi anjlok.

Hubungan antara kesehatan usus dan produktivitas ayam sangat erat. Jika usus terganggu, maka pertumbuhan dan produksi telur ikut terdampak.

Solusi yang tepat bukan hanya menekan gejala, tetapi memperbaiki keseimbangan dari dalam. BISTEN BIO VIT hadir sebagai suplemen probiotik yang membantu menormalkan pencernaan, mengurangi kotoran berbuih, menekan bau amonia, serta meningkatkan performa ayam secara menyeluruh.

Dengan manajemen yang tepat dan dukungan probiotik berkualitas, peternak dapat menjaga kesehatan ternak, meningkatkan efisiensi pakan, dan mengoptimalkan keuntungan usaha secara berkelanjutan.