Dapatkan produk produk yang berkualitas dan terpercaya
0 items in your shopping cart

Tidak ada produk di keranjang.

Kenapa Puyuh Rajin Makan Tapi Telur Sedikit? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya

Dalam usaha peternakan puyuh, produksi telur merupakan indikator utama keberhasilan. Namun, tidak sedikit peternak yang menghadapi kondisi membingungkan: puyuh terlihat sehat, aktif, dan selalu menghabiskan pakan, tetapi jumlah telur yang dihasilkan justru menurun atau tidak stabil. Situasi ini sering menimbulkan pertanyaan besar, apakah kualitas pakan yang digunakan sudah tepat, atau ada faktor lain yang selama ini luput dari perhatian.

Fenomena puyuh rajin makan tapi telur sedikit sebenarnya merupakan masalah yang cukup umum di lapangan. Penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan jumlah pakan yang diberikan, melainkan lebih dalam pada bagaimana tubuh puyuh memanfaatkan nutrisi dari pakan tersebut. Dalam banyak kasus, masalah ini justru berakar pada sistem pencernaan, kondisi lingkungan kandang, serta manajemen nutrisi yang kurang seimbang.

 

Rajin Makan Tidak Selalu Berarti Produksi Telur Tinggi

Secara alami, puyuh akan tetap makan sesuai naluri meskipun kondisi tubuhnya tidak ideal. Inilah yang sering menipu peternak. Banyak yang mengira selama pakan habis dan puyuh terlihat aktif, maka kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. Padahal, yang menentukan produktivitas telur bukan hanya seberapa banyak pakan yang masuk, melainkan seberapa efektif nutrisi tersebut diserap oleh tubuh.

Jika penyerapan nutrisi terganggu, protein, vitamin, dan mineral yang seharusnya digunakan untuk pembentukan telur justru terbuang melalui kotoran. Akibatnya, puyuh tetap makan dalam jumlah normal bahkan lebih, namun hasil telur tidak mengalami peningkatan. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan membuat biaya pakan membengkak tanpa diiringi peningkatan pendapatan.

 

Sistem Pencernaan sebagai Kunci Utama Produktivitas

Pencernaan memegang peran sentral dalam menentukan performa puyuh petelur. Sistem pencernaan yang sehat memungkinkan tubuh menyerap nutrisi secara maksimal dan mengubahnya menjadi energi serta bahan pembentuk telur. Sebaliknya, pencernaan yang bermasalah akan membuat seluruh sistem produksi terganggu.

Gangguan pencernaan pada puyuh sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Puyuh mungkin tidak tampak sakit parah, namun perubahan kecil seperti kotoran yang lebih basah, bau kandang yang menyengat, atau bulu yang tampak kusam sebenarnya merupakan sinyal awal bahwa ada ketidakseimbangan di dalam tubuhnya. Jika kondisi ini dibiarkan, produksi telur akan terus menurun secara perlahan.

 

Ketidakseimbangan Bakteri Usus dan Dampaknya

Di dalam saluran pencernaan puyuh terdapat jutaan mikroorganisme yang berperan penting dalam proses pencernaan. Bakteri baik membantu memecah nutrisi dan melindungi usus dari serangan bakteri patogen. Namun, ketika keseimbangan ini terganggu, bakteri patogen dapat berkembang lebih cepat dan menghambat proses penyerapan nutrisi.

Ketidakseimbangan bakteri usus bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kualitas air minum yang kurang baik, stres akibat lingkungan kandang, atau perubahan pakan yang tidak diimbangi adaptasi. Dalam kondisi seperti ini, puyuh tetap merasa lapar dan terus makan, tetapi tubuhnya tidak mampu memanfaatkan pakan secara optimal untuk produksi telur.

Energi Tubuh Puyuh yang Salah Prioritas

Tubuh puyuh memiliki mekanisme alami untuk menentukan prioritas penggunaan energi. Dalam kondisi ideal, energi dari pakan akan digunakan untuk pertumbuhan, perawatan tubuh, dan produksi telur. Namun, ketika puyuh berada dalam kondisi stres atau mengalami gangguan kesehatan, energi tersebut akan dialihkan untuk bertahan hidup.

Pada fase ini, produksi telur bukan lagi prioritas utama. Tubuh puyuh akan lebih fokus menjaga daya tahan tubuh dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak nyaman. Inilah alasan mengapa puyuh masih terlihat aktif dan makan dengan lahap, tetapi hasil telur justru menurun.

 

Pengaruh Lingkungan Kandang terhadap Produksi Telur

Lingkungan kandang memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan puyuh. Suhu yang terlalu panas, ventilasi yang buruk, serta bau amonia dari kotoran dapat menjadi sumber stres kronis. Stres yang berlangsung terus-menerus akan memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi puyuh.

Ketika hormon terganggu, siklus bertelur menjadi tidak stabil. Telur bisa berkurang jumlahnya, ukurannya tidak seragam, atau bahkan berhenti sementara. Dalam kondisi seperti ini, penambahan pakan tidak akan memberikan solusi signifikan jika manajemen kandang tidak diperbaiki.

 

Pakan Berkualitas Tetap Membutuhkan Pendukung

Banyak peternak sudah menggunakan pakan dengan kandungan nutrisi yang baik. Namun, pakan berkualitas saja tidak cukup jika sistem pencernaan puyuh tidak mendukung. Tanpa bantuan pendukung nutrisi, efisiensi pakan akan rendah dan hasil produksi tidak maksimal.

Pendukung nutrisi berfungsi membantu pencernaan bekerja lebih optimal sehingga nutrisi pakan dapat diserap dengan baik. Di sinilah peran probiotik dan vitamin menjadi sangat penting dalam sistem peternakan puyuh modern.

 

Probiotik sebagai Solusi Pendukung Pencernaan

Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Dengan kondisi usus yang sehat, proses pencernaan berjalan lebih lancar dan penyerapan nutrisi meningkat. Selain itu, probiotik juga membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen yang dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan lainnya.

Penggunaan probiotik secara rutin tidak hanya berdampak pada kesehatan pencernaan, tetapi juga pada kenyamanan kandang. Kotoran menjadi lebih padat dan bau amonia berkurang, sehingga lingkungan kandang menjadi lebih kondusif 

Coturnix Bio Vit dari Kampung Putra Agro

Sebagai bentuk dukungan nutrisi bagi peternak puyuh, Kampung Putra Agro menghadirkan Coturnix Bio Vit. Produk ini merupakan suplemen probiotik dan vitamin cair yang diformulasikan khusus untuk puyuh petelur.

Coturnix Bio Vit dirancang untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, serta mendukung stabilitas produksi telur. Karena diberikan melalui air minum, produk ini mudah diaplikasikan dan cepat diserap oleh tubuh puyuh.

Penggunaan Coturnix Bio Vit secara rutin membantu menciptakan kondisi pencernaan yang lebih stabil. Dengan pencernaan yang sehat, energi dari pakan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembentukan telur, bukan hanya untuk bertahan hidup.

Dampak Jangka Panjang Perbaikan Pencernaan

Peternak yang fokus pada perbaikan pencernaan biasanya mulai merasakan perubahan secara bertahap. Produksi telur menjadi lebih stabil, kualitas telur membaik, dan kondisi puyuh terlihat lebih tenang. Selain itu, bau kandang yang berkurang juga meningkatkan kenyamanan kerja di area peternakan.

Perbaikan ini menunjukkan bahwa kunci produktivitas bukan pada seberapa banyak pakan yang diberikan, tetapi pada seberapa efektif pakan tersebut dimanfaatkan oleh tubuh puyuh.

 

Pendekatan Berkelanjutan dalam Beternak Puyuh

Beternak puyuh tidak bisa hanya mengandalkan solusi instan. Diperlukan pendekatan berkelanjutan yang mencakup manajemen kandang, kualitas pakan, air minum, serta pendukung nutrisi. Dengan pendekatan ini, peternak tidak hanya mengejar peningkatan produksi jangka pendek, tetapi juga menjaga kestabilan usaha dalam jangka panjang.

Coturnix Bio Vit dapat menjadi bagian dari pendekatan tersebut, terutama bagi peternak yang ingin meningkatkan efisiensi pakan tanpa harus terus-menerus menambah biaya.

 

 

Masalah puyuh rajin makan tapi telur sedikit bukanlah hal yang sepele, namun juga bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Akar permasalahan umumnya terletak pada sistem pencernaan yang tidak optimal, stres lingkungan, dan penyerapan nutrisi yang kurang maksimal.

Dengan memperbaiki manajemen kandang dan mendukung pencernaan puyuh menggunakan probiotik dan vitamin yang tepat, produksi telur dapat kembali stabil dan meningkat secara alami. Dalam hal ini, Coturnix Bio Vit dari Kampung Putra Agro hadir sebagai solusi pendukung yang praktis dan mudah diterapkan oleh peternak.

Pada akhirnya, keberhasilan beternak puyuh tidak ditentukan oleh seberapa banyak pakan yang diberikan, melainkan oleh seberapa cerdas peternak mengelola kesehatan dan kenyamanan unggasnya. Ketika pencernaan sehat dan lingkungan kandang mendukung, puyuh akan menunjukkan potensi produksinya secara maksimal.