Penyebab Tanaman Cabe Mudah Rontok & Cara Mengatasinya
Cabe menjadi salah satu komoditas penting bagi petani di Indonesia. Namun, problem klasik seperti bunga dan bakal buah yang mudah rontok masih menjadi penyebab turunnya produksi di berbagai daerah. Para petani melaporkan penurunan hasil panen hingga 40% akibat fenomena ini.
Menurut laporan lapangan, ada beberapa faktor utama yang memicu rontoknya bunga dan buah cabe yang perlu diwaspadai.
Penyebab Utama Tanaman Cabe Mudah Rontok
1. Ketidak seimbangan Nutrisi Tanaman
Banyak tanaman cabe rontok karena kekurangan unsur hara penting seperti Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Boron (B).
Unsur tersebut berperan memperkuat tangkai bunga, pembentukan buah, hingga daya lekat bakal buah.
Ketika nutrisi tidak terpenuhi, bunga menjadi lemah dan mudah jatuh.
2. Suhu dan Cuaca Ekstrem
Perubahan cuaca yang tidak stabil membuat tanaman stres. Suhu terlalu panas (>32°C) atau hujan terus-menerus dapat menghambat penyerbukan dan membuat bunga mudah gugur.
3. Penyiraman Tidak Konsisten
Tanah yang terlalu kering atau terlalu basah menyebabkan akar tidak optimal menyerap nutrisi. Kondisi tersebut memicu rontoknya bunga dan bakal buah.
4. Serangan Hama Penghisap
Thrips, tungau, dan kutu daun sering menyerang bagian pucuk tanaman dan bunga. Kerusakan kecil pada jaringan bunga saja sudah cukup membuat bakal buah gagal berkembang.
5. Penyakit Jamur dan Bakteri
Patek, busuk akar, dan bercak daun dapat menghentikan proses pertumbuhan generatif sehingga tanaman tidak mampu mempertahankan bunga.
Cara Mengatasi dan Mencegah Kerontokan pada Tanaman Cabe
1. Perbaiki Manajemen Pemupukan
Tanaman membutuhkan nutrisi seimbang terutama pada fase pembungaan dan pembuahan. Unsur P, K, Ca, dan B sangat penting untuk memastikan bunga kuat dan tidak mudah rontok.
2. Kontrol Penyiraman
Pastikan penyiraman teratur, tanah lembap namun tidak tergenang. Kelembapan stabil sangat membantu penyerapan nutrisi.
3. Pengendalian Hama Sejak Awal
Lakukan monitoring rutin. Jika ditemukan hama penghisap, segera lakukan pengendalian agar bunga tidak rusak.
4. Perbaiki Sirkulasi Udara
Jarak tanam yang terlalu rapat meningkatkan kelembapan dan memicu kerontokan. Atur jarak ideal dan pangkas bagian tanaman yang terlalu rimbun.
Komposisi NPK PRO
-
N = 40%
-
P = 40%
-
K = 40%
Kombinasi tinggi dan seimbang ini membuat NPK PRO bekerja lebih cepat daripada pupuk biasa.
Cara Pemakaian NPK PRO
1. Persemaian
Tuang 1 tutup botol NPK PRO per 5 liter air, lalu:
– Semprotkan ke bibit dan media/polybag.
– Aplikasi setiap 7 hari sekali.
2. Setelah Pindah Tanam / di Lahan
a. Fase awal hingga menjelang berbunga (15 HST – 30 HST)
Tuang:
-
2 tutup botol / 5 liter air, atau
-
6 tutup botol / tangki 16 liter
Aplikasi dengan kocor atau semprot ke perakaran.
Ulangi setiap 7 hari sekali.
b. Fase berbunga hingga panen (35 HST – panen)
Tuang:
-
3 tutup botol / 5 liter air, atau
-
9 tutup botol / tangki 16 liter
Kocor/semprot ke perakaran.
Ulangi setiap 7 hari sekali hingga panen.
#kampungputraagro #mengndalikanrontokpadatanamancabe #npk #pertanian #pupukcabe #tanamancabe